Memuat…
Neural network sangat pandai menebak. Yang tidak otomatis ia miliki adalah alasan.
Hukum yang diturunkan secara analitik memberi titik pembanding; jaringan belajar dari titik-titik itu, dan galatnya dipakai untuk mengoreksi modelnya kembali. Lingkaran itulah inti jalur ini.
Scientific Machine Learning berangkat dari satu keberatan sederhana terhadap deep learning biasa: sebuah jaringan bisa mencocokkan data dengan sangat rapi tanpa pernah mematuhi satu pun hukum fisika di baliknya. Bidang ini mempertemukan keduanya, yaitu persamaan diferensial yang sudah diketahui dan kemampuan belajar dari data, sehingga model yang dihasilkan bukan hanya cocok dengan pengukuran, tetapi juga masuk akal secara fisis, bahkan ketika datanya sedikit dan penuh derau.
Pekerjaannya bergerak ke dua arah yang saling melengkapi. Pertama, menanamkan hukum yang sudah diketahui ke dalam model, lewat PINN, Neural ODE, atau arsitektur yang menjaga struktur seperti kekekalan energi. Kedua, kebalikannya: membaca hukum yang belum diketahui langsung dari data, misalnya dengan SINDy, ketika sistemnya terlalu rumit untuk diturunkan di atas kertas. Di antara keduanya berdiri persoalan-persoalan terapan, dari kontrol sistem fisis sampai data operasional industri.
Bagi mahasiswa, jalur ini menawarkan sesuatu yang jarang berdampingan: pertanyaan yang masih terbuka di tingkat internasional, tetapi bisa dimulai dari eksperimen kecil yang jelas benar-salahnya, karena banyak kasus ujinya punya solusi analitik sebagai pembanding. Bekal awalnya terjangkau, yaitu Python, kalkulus, dan dasar persamaan diferensial, dan hasilnya punya dua muara sekaligus: publikasi ilmiah dan persoalan industri yang datanya benar-benar dipakai orang.
Topik-topik di peta ini lebih cepat terasa masuk akal ketika bisa diutak-atik sendiri. algplayground adalah ruang interaktif di phx.my.id untuk menjelajahi ide-ide Scientific Machine Learning ini langsung di peramban, tempat yang baik untuk memulai sebelum memilih arah tugas akhir.
Buka Algorithm Playground ↗Setiap arah besar punya versi yang bisa dikerjakan mahasiswa: proyek yang utuh dan realistis, sekaligus satu batu bata untuk program riset jangka panjang.
Fenomena difusi panas dan gelombang. Masalah Stefan (batas bergerak, seperti pencairan es).
Diberi suatu data, bisakah algoritma menemukan persamaan yang mengatur dinamikanya? Ini bukan sekadar regresi atau mencari korelasi, tapi bagaimana persamaan dinamika dari suatu data bisa ditelusuri.
Prediksi deret waktu dengan melihat struktur diferensial dalam dinamika antar variabelnya.
Dari deteksi anomali hingga peramalan, beragam alat analisis dapat diterapkan.
Bisakah agen reinforcement learning (RL) mengendalikan sistem fisis, misalnya mengatur fluks panas agar front pembekuan mengikuti target?
Pilihan dari daftar lengkap di Google Scholar.
Machine learning untuk memprediksi tekanan finansial perusahaan di pasar berkembang, sisi terapan jalur ini, tempat datanya nyata dan hasilnya langsung terpakai.
Getaran dawai yang membentur penghalang licin, sebuah masalah kontak bergerak, diurai secara analitik lewat perturbasi multi-skala waktu, kelas soal yang biasanya hanya bisa didekati numerik.
Solusi bentuk-tertutup untuk front yang mencair (Stefan problem) dengan batas yang ikut bergerak, memberi jawaban benar untuk mengukur seberapa jauh sebuah neural network meleset.
Varian fluks-panas dari soal batas bergerak yang sama; bersama dua paper Q1 lainnya membentuk tolok ukur analitik yang jarang dimiliki riset Physics-Informed Neural Network.
Batik dan aksara Nusantara sebagai persoalan komputasi, sekaligus sebagai pengetahuan yang layak dijaga dan dipertahankan.
Baca →Siapa yang menanggung akibat ketika sebuah sistem keliru, dan bagaimana masyarakat bisa ikut memutuskan sebelum itu terjadi.
Baca →